Hayooo ide siapa ini ? googling Pancar akan muncul gambar hutan pinus nan tinggi dan luas dan tentunya pemandangan yang indah. Perjalanan di mulai dari Mega Kuningan dengan kendaraan bermotor ke arah Cibubur Kranggan, setelah itu langsung ke lokasi (entah lewat mana karena saya sih ikut” aja, tur guidenya si Sapto hehehe) sekitar 90 menit. Sebenarnya mungkin bisa lebih cepat jika setelah melewati Sentul dan Hotel Haris jalannya tidak berlubang dan route ke lokasi saat Sabtu tersebut tidak terlalu ramai.

Sarapan bubur ayam di Kranggan, ditraktir oleh tuan rumah Lae Hotby.

Tiket masuk di gerbang utama, untuk motor Rp. 15.000, namun jika ingin melanjutkan ke pemandian air panas maka akan dikenakan tiket masuk kembali sebesar Rp. 10.000 ditambah biaya parkir. Memang sungguh disayangkan, terlalu banyak pungli di lokasi.

Untuk mandi air panas pun ada pilihannya, mau yang gratis tapi….jaraknya itu jauh dari parkiran dan ya namanya gratis (silakan menduga sendiri) atau yang berbayar. Berbayar pun ternyata juga ada pilihan, mau kolam privasi atau keluarga seperti dibawah ini.

Kami mengambil kolam keluarga, karena ya karena untuk kolam lain pun harus berbagi juga dengan pelanggan lainnya hahahaha, memang aneh tapi nyata. Sebelum dipakai, air di kolam dikuras dahulu dan mulai terisi untuk penuhnya sekitar 15-20 menit (sudah termasuk hitungan 1 jam ya) dan cukup untuk sekitar 5-6 orang dewasa.

Untuk kolam bebas memilih dan antar kolam hanya dibatasi oleh batu dengan tinggi lutut orang dewasa.

Kami tidak lama di sini, setelah 1 jam habis, langsung bersiap-siap untuk pergi ke Puncak hanya untuk makan sate PSK saja (makan sate yang paling jauh). Sebenarnya jika ingin ke pemandian ini, disarankan tujuan dari akhir perjalanan, bukan seperti kami yang justru menjadi awal perjalanan J karena setelah mandi air hangat, perut langsung kukuruyuk dan maunya tuh langsung zzzzzzz.

Untuk tempat wisata ini, saya mungkin akan kembali lagi karena belum sempat berfoto di lokasi lainnya, so tunggu saja ya updatenya kembali.