Partisi Hard Disk dengan AOMEI Partition

Partisi Hard Disk dengan AOMEI Partition

Laptop yang sudah terinstall OS asli, umumnya hanya terdiri dari 1 partisi (yang terlihat) saja, yaitu C. Sebenarnya terdapat juga partisi lain namun tidak diperlihatkan di Windows Explorer.

Berikut panduan untuk membuat partisi hard disk (HDD) di Windows 10 dengan aplikasi AOMEI Partition versi gratis.

  1. Buka link berikut https://www.diskpart.com/download-home.html lalu klik Download Freeware atau bisa langsung klik https://www2.aomeisoftware.com/download/pa/PAssist_Std.exe, tunggu sampai proses download selesai.

Catatan : Gambar dan versi dibawah ini adalah screen shoot saat itu, jadi sudah pasti berbeda jika Anda mengunduhnya di lain waktu, perbedaan gambar dan versi aplikasi saat itu.

  1. Klik file tersebut lalu klik OK- Skip – Install Now dan Enjoy Now seperti gambar berikut dan AOMEI Partition akan terbuka otomatis.

 

 

  1. Jika tidak terbuka otomatis, klik AOMEI Partition yang terdapat di Desktop dan berikut tampilannya. Mohon diperhatikan, jika pada drive C terdapat info Bitlocker Encrypted, maka ikut langkah berikut agar HDD tersebut bisa dipartisi, namun jika hanya C saja, silakan lanjut ke langkah 7.

  1. Klik tombol Windows lalu ketik device encryption settings.

  1. Klik Turn off dan tunggu hingga proses selesai.

 

 

  1. Buka kembali AOMEI Partition dan pastikan tampilan untuk drive C telah seperti berikut.

  1. Klik kanan pada C:Windows-SSD lalu pilih Resize/Move Partition.

  1. Isi ukuran yang diinginkan pada Partition size atau geser bulatan putih hijau, klik OK.

  1. Ukuran partisi pada C akan berubah dan terdapat sisa partisi setelahnya. Klik kanan pada partisi kosong tersebut dan pilih Create Partition.

10. Ulangi seperti langkah 9, namun dalam ini bisa dipilih huruf partisi setelahnya, dalam hal ini saya pilih D pada Drive Letter dan File System NTFS serta memberikan label Data di Partition Label (klik Advanced). Saya hanya ingin membuat 2 partisi, yaitu C dan D, maka otomatis saya mengalokasikan semua sisa partisi tersebut, lalu klik OK.

Catatan : Jika ukuran HDD Anda cukup besar semisal 1 TB dan ingin membuat 3 atau 4 partisi, maka ulangi langkah 9 dan 10 sebanyak partisi yang ingin Anda buat.

11. Berikut tampilan 2 partisi, klik Apply untuk proses selanjutnya, lalu klik Proceed dan OK.

 

 

12. Proses partisi akan berjalan under Windows (laptop akan merestart otomatis) dan tunggu hingga prosesnya selesai seperti gambar berikut.

 

 

13. Silakan buka Windows Explorer dan pastikan hasilnya seperti gambar dibawah ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil, terima kasih.

 

Solusi The file or Directory Is Corrupted and Unreadable

Solusi The file or Directory Is Corrupted and Unreadable

Pesan masalah di atas (The file or Directory Is Corrupted and Unreadable) muncul ketika saya menyambungkan hard disk eksternal (HDE) ke laptop. Kondisi HDE saat itu seperti biasa (menyala dan tidak berbunyi). Berikut langkah yang saya lakukan untuk memperbaikinya dan alhamdulillah berhasil.

  1. Buka command prompt lalu ketik CHKDSK H:/F /R (drive H disesuaikan dengan drive yang bermasalah).

Sebenarnya hanya memang langkah di atas saja sih, hehehe. Selebihnya tinggal tunggu hasilnya, proses waktunya tergantung dari spesifikasi laptop dan kapasitas HDE tersebut.

Dalam perbaikan tersebut, kurang lebih memakan waktu 1 jam dengan spesifikasi laptop Intel Core i5, 8 GB RAM dan 500 GB HDD. Jika masih belum berhasil, mungkin bisa mencoba cara lain seperti mengganti case HDE tersebut, namun jika beberapa opsi telah telah dilakukan dan masih gagal atau mungkin muncul pesan error baru, kemungkinan HDE tersebut telah rusak, opsi terakhir tentu membawa ke ahlinya untuk membongkar HDE tersebut.

Terima kasih dan semoga berhasil.

 

Memilih Hard Disk Eksternal

Memilih Hard Disk Eksternal

Hari gini gak punya hard disk eksternal (HDE) ? ya gpp juga kali, hehehe.

Saya hanya ingin sharing aja jika kalian ingin membeli HDE, pertama cek harga, lalu kapasitas selanjutnya merk dan terakhir terserah Anda J tetapi ada (mungkin) yang terlewatkan (dan saya pun melewatkannya juga sebelum ada kasus di bawah ini), oh iya, jangan lupa memperhatikan OS (Operating System) perangkat Anda, untuk HDE sekarang umum hanya mendukung OS Windows 7 ke atas dan Mac (tipe tertentu), untuk OS Windows XP, HDEnya sudah sulit ditemukan, kecuali ya kecuali Anda membuka casing HDE tersebut dan memindahkannya ke casing HDE yang mendukung untuk Windows XP (untuk casing saja masih banyak dijual di pasaran).

Saya pikir HDE itu terpisah antara hard disk (HD) dan casing*nya, karena dari beberapa HDE yang pernah saya buka, selalu terpisah. Masalah ini saya dapatkan ketika ada teman yang meminta cek HDEnya (2.5” / seukuran HDD notebook) yang bermasalah dan memang saya cek tidak stabil untuk powernya dan saya meminta izin untuk membukanya, dan barulah saya ketahui bahwa HD dan casingnya menjadi satu. Jadi dalam artian bahwa HD tersebut sudah terpasang dengan komponen data dan power (tidak bisa dipisahkan) dan untuk proses perbaikan juga cukup sulit (kecuali dikerjakan oleh ahlinya).

*maksud casing di sini adalah cover HD dan komponen colokan (data dan power) terpisah dari HD.

Jadi maksud saya dalam sharing ini adalah, jika ingin membeli HDE, alangkah baiknya jika kalian mencari info dahulu apakah HDE tersebut terpisah antara HD dan casingnya, untuk ini saya sarankan bisa mencarinya di Youtube (karena ada video langsung cara membukanya). Hal ini bertujuan, jika HDE tersebut mengalami masalah, maka bisa mempermudah pengecekan, apakah HD atau casingnya. Jika HD ya tinggal membeli HD lagi dan sebaliknya.

Kali ini saya membuka HDE Seagate Expansion Desktop 4 TB (3.5”) yang baru saya beli April 2018, kenapa saya beli itu ? ya karena HD dan casingnya terpisah J. Berikut hasil setelah saya membukanya (sebenarnya mau buat videonya, tetapi pas buka covernya, lumayan susah). Untuk HDE ukuran 2.5” pun juga ada yang terpisah.

“Note : membuka casing selama masa garansi akan menyebabkan garansi menjadi hilang, silakan lakukan dengan bijaksana.”

 

 

Kenapa di atas tidak menyebutkan HDE yang menyatu dengan casingnya ? karena saya tidak ingin menyudutkan merk tertentu. Apakah saya pro ke Seagate ? tidak juga, karena contoh di atas pun saya sudah menyalahi aturan garansi (garansi hangus) dengan resiko saya tanggung sendiri yang sebenarnya pun mungkin tidak perlu dilakukan karena sudah banyak informasinya di internet.

Seperti yang telah saya infokan di atas, banyak merk HDE juga yang seperti contoh di atas terpisah antara HD dengan casingnya, tetapi kembali lagi tujuan saya buat artikel ini adalah agar mempermudah pengecekan jika terjadi kerusakan. Selamat memilih.