Berkemah di Cibuluh Land

Berkemah di Cibuluh Land

Niatnya sewa villa dan sudah 2x survei ke Puncak Bogor hingga akhirnya menemukan yang “sesuai” menjelang maghrib. Beruntungnya villa tersebut belum di DP karena mendekati hari H banyak yang batal. But the journey must go on, so saya cari jalan keluar dan terjadilah artikel ini.

Ya, kami memutuskan untuk kemping di Cibuluh Land daerah Sentul yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, tentunya tidak kena ganjil genap juga. Saya mendapatkan info dari grup Facebook dan memang CG (camping ground) tersebut masuk dalam daftar saya, karena cocok jika membawa anak-anak, terdapat air terjun dan kolam renang untuk bermain.

Hujan menemani kami ketika masuk wilayah Sentul, walau tidak terlalu deras saya tetap gasspooll sampai lokasi. Berbeda dengan kemping sebelumnya, kali ini tim membawa alat dapur yang komplit sehingga alhamdulillah tidak kekurangan gizi wkwkwk.

Malam hari udara tidak terlalu dingin, saya lupa cek suhu, entah karena posisinya di dalam hutan sehingga tiupan angin tidak terlalu kencang walaupun saat itu tengah malam hujan mengetuk tenda saya berkali-kali. Siang hari pun cuaca masih tetap sejuk dan hujan kembali ketika kami akan pulang.

Berikut kesimpulan saya saat kunjungan tersebut :

Kelebihan :

– lokasi mudah dicapai dan akses jalan bagus.

– tersedia campervan (tenda samping mobil).

– toilet banyak, bersih dan gratis.

– tersedia musholla.

– area kemping cukup luas, bahkan ada penyewaan glamping juga.

– adanya air terjun dan kolam renang, cocok untuk anak-anak.

– ada café dalam area CG dan warung di luar area CG.

Kekurangan :

– memasuki area CG, jalan turun cukup terjal dan menurut saya seharusnya ada pos / kordinasi antar petugas khawatir ketika ada mobil melintas bersamaan.

– pemandangan, ya karena posisi area CG di dalam hutan, sehingga tidak terlihat pemandangan lainnya kecuali pohon dan monyet.

– jika hujan deras tidak turun ketika saya ingin pulang, mungkin saya tidak akan info hal ini, karena saat itu saya melihat air sungai yang awalnya bening berubah menjadi coklat dan tentunya akan mengganggu pengunjung yang sedang berenang di sungai tersebut (saya tidak sempat foto karena posisi sedang hujan deras saat itu).

Sekali lagi, alhamdulillah saya masih diberikan kenikmatan untuk perjalanan ini, terima kasih. Oh iya, sebelum berkunjung disarankan untuk reservasi dahulu, harga dan kontaknya ada pada akhir gambar.

 

Berkemah di Alun-Alun Kuta Genggelang

Berkemah di Alun-Alun Kuta Genggelang

Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan untuk menikmati indahnya pemandangan dan sejuk udara dari kaki Gunung Bunder, tepatnya di Alun-alun Kuta Genggelang (AKG).

Awalnya tertarik kembali untuk kemping ketika melihat teman yang ditandai (tag) di salah satu tempat kemping di Facebook. Terakhir saya kemping di Alun-alun Surya Kencana namun lupa tahun berapa karena waktu itu belum ada smartphone, hanya kamera Fuji yang saya bawa.

Saya usul ke adik dan rupanya gayung bersambut. Hujan deras menyambung kedatangan kami di lokasi sekitar pukul 3 sore setelah menempuh perjalanan sekitar 61 Km dan memakan waktu sekitar 3 jam dengan motor (sudah termasuk istirahat makan siang dan sholat).

Saya menyewa 1 tenda ukuran 2 orang sekitar 100 ribu dan sebuah flysheet sekitar 25 ribu. Dewasa dikenakan biaya masuk 35 ribu permalam untuk menginap dan anak kecil masih gratis. Saya rasa masih terjangkau menikmati fasilitas yang diberikan. Toilet terdiri dari 2 tempat dengan berjarak sekitar 50 meter dan gratis.

Untuk peralatan kemping lainnya sudah dibantu oleh rekan Arif dan Iqbal dan konsumsi dipersiapkan dengan baik oleh 2 wanita cantik, hahaha.

Lokasi tenda yang saya tempati tidak jauh dari toilet dan pemandangan malam yang wow, silakan cek foto.

Ada warung yang menjual makan dan minum pula jika kita tidak membawa makanan yang cukup. Sekitar jam 10 pagi saya sudah angkat kaki dari sini karena terik matahari yang cukup menyengat.

Oh iya, untuk ke lokasi, motor dan mobil mempunyai jalur yang berbeda, walaupun penelurusan saya setelah melewati keduanya, ternyata tetap bisa dilewati juga baik oleh motor dan mobil. Untuk jalur motor melewati perumahan warga, dan jika Anda melewati jalur mobil, maka akan melihat tempat masuk wisata D’Bunder View dahulu sebelum memasuki area AKG.

Berikut kesimupulan dari saya untuk AKG saat itu :

Kelebihan :

– akses jalan ke lokasi belum sepenuhnya di aspal namun tetapi mudah dilewati motor dan mobil.

– kendaraan bisa diparkir di samping tenda, termasuk mobil jika mendapatkan lokasi yang tepat.

– toilet bersih dan gratis.

– area kemping cukup luas.

Kekurangan :

– toilet bawah saat itu airnya tidak keluar, sepertinya baru selesai dibangun.

– untuk yang membawa anak kecil, mohon diperhatikan karena tidak ada pembatas ke sisi bawah area kemping.

– karena tidak ada pepohonan tinggi, maka cuaca di siang hari sangat terasa terik, disarankan sampai lokasi sekitar sore hari.

Terima kasih.