Instalasi Team Viewer

Instalasi Team Viewer

Mungkin ini panduan sederhana tetapi tidak ada salahnya jika saya membuatnya untuk mereka yang belum mengerti. Saya lupa mulai kapan menggunakan program ini, tetapi di antara program yang pernah saya coba (RADMIN, Remote Desktop dan VNC) inilah yang paling mudah. Persyaratannya cukup mudah, hanya koneksi internet saja, untuk Sistem Operasi, sudah banyak yang didukungnya, saya hanya pernah mencoba untuk Windows dan Mac saja.

Pada panduan ini akan terdapat 2 posisi, saya sebagai pihak yang ingin diremote (langkah 1 – 3, tambahan akses otomatis pada langkah 4 – 6), saya sebagai pihak yang meremote (langkah 7)

Langsung saja saya mulai cara instalasinya (panduan ini menggunakan Team Viewer versi 14) :

  1. Download aplikasinya di https://download.teamviewer.com/full dan klik Save, tunggu hingga selesai lalu buka aplikasinya ditempat tersimpannya, klik 2 kali untuk memulai instalasi.

  1. Klik Run, pilih Basic installation dan Personal / Non-commercial use lalu klik Accept – finish.

  1. Jika telah muncul gambar berikut, sudah selesai prosesnya, saya bisa memberikan ID dan password pada rekan yang ingin meremote perangkat tersebut.

  1. Pada point ke 3, proses remote masih dilakukan secara manual (harus selalu memberikan info ke pihak yang ingin meremote), karena password akan berubah ketika program direstart, cukup merepotkan jika tidak selalu berada dekat perangkat tersebut. Jika ingin perangkat tersebut diremote secara otomatis, maka perlu langkah lebih lanjut, yaitu Unattended Access, centang pada Start TeamViewer with Windows dan Grant easy access.
  2. Pada Grant easy access, akan muncul pop up, masukkan email dan password yang telah terdaftar atau jika belum mempunyai akun, klik Create account. Dalam hal ini karena saya telah mempunyai akun, maka saya pilih klik Assign. Team Viewer akan mengirimkan email konfirmasi sebelum memberikan akses tersebut.

  1. Saya akan membuka email konfirmasi yang dikirimkan sebagai autentikasi pada perangkat yang ingin saya akses tersebut, klik Add to trusted devices, maka akan membuka halaman baru, klik Trust dan perangkat tersebut telah bisa diakses secara otomatis.

 

  1. Jika saya ingin melihat perangkat yang telah saya berikan Unattended Access, klik ikon seperti gambar kontak, masukkan kembali email dan password yang telah terdaftar.

 

Catatan : jika Anda melakukan langkah nomor 6 dan 7 di perangkat yang sama, maka akan langsung bisa login tanpa mendapatkan email konfirmasi terlebih dahulu, tetapi jika dari perangkat berbeda, maka akan mendapatkan informasi seperti langkah 6.

  1. Untuk menghapus akun dari perangkat tersebut, klik Extras – Option, pada tab General – Account assignment, klik Remove, dan Remove kembali sebagai konfirmasi.

Semoga berhasil.

Uji Kecepatan Internet

Uji Kecepatan Internet

Sebenarnya saya bingung untuk memberikan judul yang tepat pada artikel ini, namun semoga Anda bisa memahaminya dari penjelasan yang saya berikan. Saat ini saya akan membahas perihal bandwidth internet yang belum sesuai dari yang seharusnya saya dapatkan dari ISP.

Sebelumnya saya sudah ada artikel sejenis tetapi tidak diunggah karena bandwidth saat itu hanya 10 Mbps, sehingga belum maksimal untuk pembahasan kali ini. Untuk itu ketika ingin membuat artikel ini, saya mencari bandwidth yang lebih tinggi dahulu dan akhirnya dapat juga yaitu menggunakan bandwidth Up To 500 Mbps untuk download dan upload. Kenapa saya pakai kata Up To ? hanya untuk memastikan bahwa nantinya jika ada selisih yang tidak terpaut jauh dari 500 Mbps, saya tidak akan mempermasalahkannya.

Sedikit beberapa paragraph pengantar sebelum saya ke tujuan utama.

Berikut saya ambil contoh penawaran dari ISP :

Sumber https://indihome.co.id/tripleplay

Sumber https://my-republic.net/

Sumber https://cbn.id/personal/fiber/cbn-fiber.html

Jika Anda melihat ke 3 gambar di atas, maka kecepatan paling tinggi ditawarkan oleh CBN, yaitu Up To 1 Gbps. Sebelum saya membahas lebih jauh, saya tekankan pengetesan di sini adalah perihal kecepatan bandwidth, terlepas hal tersebut dari kestabilan dan hal lainnya.

Keputusan mengambil layanan bandwidth internet umumnya disesuaikan dengan kebutuhan, antara lain :

  1. Penggunaan internet
  2. Banyaknya pemakai

Pada point nomor 1, hal tersebut relatif, apakah dipakai hanya untuk browsing, game online atau bekerja, karena pada umumnya, sales yang baik akan bertanya dahulu kebutuhan calon pelanggannya, sehingga bisa memberikan arahan yang tepat.

Untuk point nomor 2, umumnya calon pelanggan kurang memperhitungkan hal ini dan baru akan mengeluh jika koneksinya lambat yang secara tidak sadar telah digunakan oleh orang disekitarnya secara bersamaan. Contoh saya mengambil bandwidth 10 Mbps, yang jika saya pakai sendiri sudah lebih dari cukup, tetapi jika keluarga / rekan memakainya juga saat itu, tentunya akan berkurang karena bandwidth terbagi ke mereka.

Sebenarnya ada 1 point tambahan yang lebih jarang diperhitungkan, yaitu perangkat yang dipakai untuk koneksi internet, seperti router, access point (AP), switch dan perangkat kita sendiri antara lain laptop dan HP yang umum digunakan. Jika Anda menghubungkan perangkat jaringan yang berbeda kecepatan, maka perangkat yang tersambung tersebut seperti PC, laptop atau HP akan dibatasi oleh perangkat tersebut.

Pengaruh dimananya ? Jika Anda mengambil layanan dibawah 50 Mbps, hal ini bisa diabaikan, namun jika Anda menggunakan layanan 50 Mbps atau diatasnya, hal ini patut diperhitungkan.

Topologi, ini merupakan point yang paling penting, karena jika Anda mengetahui topologi ini, maka akan mempermudah dalam proses pengecekan jika terjadi kendala. Pastikan kembali Anda memperhatikan atau bertanya ketika proses pemasangan internet di tempat Anda.

Jika layanan Anda sudah menggunakan koneksi Fiber, umumnya akan terdapat media converter seperti BDCOM, ONT dan sejenisnya yang dipasang ditempat Anda yang bisa berfungsi sebagai sumber internet atau hanya media saja sehingga harus ada router tambahan. Intinya ISP biasanya akan menyediakan perangkat sesuai dengan layanan yang Anda gunakan.

Contoh salah satu perangkat ONT

Sebelum melakukan percobaan, saya akan menjelaskan bandwidth dan topologi layanan yang saya gunakan.

Bandwidth = Up To 500 Mbps

Tipe koneksi = Broadband

Topologi = ISP <-> Perangkat saya

<-> = kabel LAN cat 5

Sesuai gambar topologi di atas, ISP hanya memberikan saya kabel ethernet (LAN) untuk disambungkan ke perangkat saya, jadi sumber internet tersebut nantinya adalah perangkat saya sendiri seperti router atau laptop.

Apakah sudah cukup jelas sampai di sini ? semoga ya, hehehe.

Ok, saya telah melakukan simulasi dan berikut hasilnya :

Laptop Processor / RAM Port LAN Lokal (Mbps) Internasional (Mbps) Kesimpulan
Download Upload Download Upload
HP 240 G6 i5 7200U / 8 GB Gigabit 467 314 297 263 OK
HP 240 G6 i5 7200U / 8 GB USB Fast Ethernet 88 95 kendala di perangkat USB
Asus X455LJ i3 5005U / 8 GB Gigabit 435 424 OK
Lenovo G40 i5 5210U / 4 GB Gigabit 301 311 293 148 kendala di RAM

 

Hasil table di atas bandwidth mendekati 500 Mbps dari laptop yang menggunakan port Gigabit dan RAM 8 GB, selain itu masih jauh dari yang diharapkan. Untuk USB Fast Ethernet hanya saya gunakan sebagai perangkat tambahan pembanding saja, karena pada HP 240 G6 hanya tersedia 1 port ethernet. Oh iya, dalam hal ini saya tidak terlalu perhitungkan perihal upload jika tidak sesuai karena menurut saya hampir sebagian pengguna internet lebih banyak download dibanding upload.

Untuk trafik international kenapa tidak sampai juga ? Harap diingat, hampir semua ISP yang menawarkan internet jika tidak menyebutkan jalur bandwidth tersebut, maka dipastikan adalah bandwidth lokal, kenapa ? karena ISP pasti melewati jalur IIX yang notabene untuk penggunaan di Indonesia, sedangkan untuk link internasional (IX), mereka harus mempunyai kerjasama dengan ISP lain di luar Indonesia (Upstream).

Ingat, saya menyesuaikan dengan judul artikel ini, jadi saya hanya melakukan tes kecepatan untuk memastikan kecepatan internet yang saya gunakan telah sesuai. Ini juga merupakan point utama sebelum nanti menemukan masalah lainnya yang bisa dilaporkan ke ISP terkait.

Semoga sampai sini Anda bisa memahaminya dahulu, karena jika belum paham, kemungkinan agak sulit untuk memahami artikel selanjutnya yang akan berhubungan dengan banyak perangkat.

 

Instalasi Telnet di Windows 10

Instalasi Telnet di Windows 10

Pernah menjalankan program Telnet lalu muncul hasil seperti di bawah ini ? Pesan tersebut menginformasikan command prompt tidak mengenali perintah Telnet. Jika Anda menggunakan versi Windows 7 ke atas, maka bisa langsung mengaktifkan program Telnet yang telah disediakan di Windows tersebut.

Berikut panduan yang saya terapkan di Windows 10 :

  1. Klik Start, lalu ketik program, maka hasilnya akan seperti gambar berikut, klik Add or remove programs.

  1. Klik Programs and Features.

  1. Klik Turn Windows features on or off.

  1. Scroll ke bawah dan cari Telnet Client, centang dan klik OK.

  1. Klik Close jika telah selesai.

  1. Silakan mencoba kembali seperti gambar awal dan akan menampilkan hasil yang berbeda (dalam hal ini perintah Telnet telah berjalan).

Oh iya apa itu Telnet ? Saya akan bahas di artikel lainnya. Terima kasih.

 

Instalasi NetSetMan

Instalasi NetSetMan

Bagi saya yang sering berpindah lokasi kerja dengan laptop dan terkadang diharuskan untuk mengkonfigurasi IP address agar bisa tersambung ke suatu jaringan, akan sangat merepotkan jika dilakukan secara manual. Namun hal tersebut akan menjadi mudah jika menggunakan aplikasi NetSetMan.

NetSetMan adalah aplikasi yang digunakan untuk mengatur profil jaringan di sistem operasi Windows dalam 6 profil yang berbeda, secara struktural yang bisa diatur dalam profil meliputi :

  • Alamat IP (IPv4 & IPv6!)
  • Gateways (termasuk Metrik)
  • DNS Server
  • Server WINS
  • Manajemen WiFi
  • Nama Komputer
  • Workgroup
  • Printer Standar
  • Drives Jaringan
  • Status NIC
  • Koneksi (RAS / DUN / PPP / VPN)
  • Suffix DNS
  • Tabel Rute
  • Server SMTP
  • Berkas Host
  • Pengaturan Sistem
  • Alamat MAC
  • Skrip (BAT, VS, JS, …)
  • Menjalankan program

Tambahan hanya dalam versi Pro:

  • Dapat digunakan di kantor
  • Jumlah profil tak terbatas
  • Domain Jaringan
  • Pengaturan Proxy Lengkap & Halaman Awal Perambah (Internet Explorer, Firefox, Opera)

Dari sekian banyak fitur di atas dan sudah cukup bagi saya menggunakan versi gratisnya, hanya IP & Gateway serta DNS Server yang sering saya pergunakan.

Langsung saja saya berikan panduan instalasi dan penggunaannya :

  1. Unduh aplikasinya di https://www.netsetman.com/en/freeware atau https://www.netsetman.com/netsetman.exe. Aplikasi ini hanya mendukung Windows XP, Vista, 7, 8, 10 versi 32 bit dan 64 bit dengan lisensi gratis dan berbayar.
  2. Setelah selesai diunduh, instalasinya cukup mudah, hanya cukup klik Next dan Finish.

  1. Berikut tampilan awal setelah instalasi, untuk prosesnya sangat mudah :
    a. Klik Double-click untuk memberikan nama profil seperti kantor.
    b. Pilih interface yang akan diberikan IP pada tanda panah ke bawah.
    c. Ceklist pada kolom yang ingin diisikan di IP & Gateway, DNS Server, WINS Server dan Additional, lalu klik Activate untuk prosesnya.

  1. Ulangi langkah 3 jika ingin membuat profil jaringan lainnya di SET1 sampai SET5, sangat mudah bukan, hanya dengan sekali klik, saya bisa mengaktifkan profil yang sudah tersimpan. Jika 6 profil masih kurang, silakan gunakan versi berbayar untuk mendapatkan fitur yang telah disebutkan diatas.

  1. Semua pengaturan dan perubahan yang telah dibuat tersimpan dalam berkas (settings.ini) yang terpisah sehingga tidak masalah jika ingin menyalin atau memindahkan pengaturan ke komputer lain.

Selamat mencoba dan semoga terhindar dari kerumitan pengisian IP. Terima kasih.

 

Menghapus Pesan Mode Uji di Windows

Menghapus Pesan Mode Uji di Windows

Tiba-tiba saja di kanan bawah layar laptop saya muncul info seperti gambar di atas yang cukup mengganggu pemandangan wallpaper yang digunakan.

Mengutip informasi dari Microsoft yaitu “Pesan mode uji menunjukkan bahwa mode penandatanganan uji pada sistem operasi dimulai di komputer. Mode penandatanganan uji dapat dimulai jika program yang diinstal dalam tahap pengujian karena menggunakan dirver yang tidak ditandatangani secara digital oleh Microsoft.

Microsoft menambahkan mode uji ke Windows sehingga pengguna dapat menguji program tanpa harus memberikan sertifikat otentikasi.” Namun jika saya telusuri sebelumnya, sepertinya driver yang saya gunakan sudah resmi dari masing-masing vendor yang ada, entah jika memang ada update otomatis ke pihak tertentu.

Cara menghapusnya pun sangat mudah, saat ini saya menggunakan OS Windows 10, namun cara ini juga bisa diterapkan di Windows 7 dan Windows 8, hanya berbeda pada pencarian Command Prompt saja, perintah yang digunakan tetap sama.

Berikut cara untuk menghapusnya :

  1. Klik logo Windows lalu ketik cmd, maka akan muncul hasil pencarian tersebut, klik kanan pada Command Prompt lalu pilih Run as administrator, klik Yes untuk melanjutkan jika muncul jendela peringatan.

  1. Ketik “bcdedit -set TESTSIGNING OFF” pada jendela Command Prompt yang muncul lalu tekan Enter, jika telah sukses, silakan restart Windows untuk melihat hasilnya, sangat mudah bukan.