Uji Kecepatan Internet Ruckus ZoneFlex 7341 AP

Uji Kecepatan Internet Ruckus ZoneFlex 7341 AP

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang bisa dibaca di sini.

Perangkat yang saya coba saat ini adalah AP Ruckus ZoneFlex 7341 (Single-band, 2.4GHz, 11n), karena produk ini sudah discontinue, maka tidak ada deskripsi yang bisa saya infokan, namun bisa dicari di internet perihal tersebut.

Untuk topologinya sebagai berikut :

Tidak banyak pilihan yang dapat diubah untuk pengujian dari perangkat ini.

Berikut hasil pengujian dari 4 perangkat :

Laptop Processor / RAM Wifi (Mbps) Wireless
Lokal (Mbps) Internasional (Mbps)
Download Upload Download Upload
Asus X455LJ i3 5005U / 8 GB 65 37 36 26 41
HP 240 G6 i5 7200U / 8 GB 65 39 35 32 37
Asus TP201S N3710 / 4 GB 150 7 37 6 28
HP Oppo F7 65 37 45 29 43

Berikut gambaran dari pengujian tersebut :

 

 

Kesimpulannya adalah :

Hasil pengujian ini tidak jauh berbeda dari perangkat TP-Link sebelumnya. Namun yang paling mengejutkan adalah hasil untuk Asus TP201S, yang hasilnya sangat tidak masuk akal. Secara teknis saya belum mengetahui pasti hal tersebut, walaupun laptop sudah direstart berkali-kali namun hasilnya kurang lebih sama dan malah terkadang lebih buruk, tetapi jika dicoba menggunakan wireless lain, hasilnya lebih bagus.

 

Konfigurasi MACC Ruijie RG-AP720-L

Konfigurasi MACC Ruijie RG-AP720-L

Artikel berikut adalah kelanjutan dari artikel ini. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada mas Imam dari Ruijie yang telah memberikan informasi pada kolom komentar sehingga saya bisa melanjutkan penulisan untuk Ruijie ini.

Alhamdulillah juga saya bisa mendapatkan Ruijie kembali dan telah disetting oleh mas Bayu dalam mode MACC yang disambungkan juga ke akun Cloud dia. Karena saya ingin mencoba Cloud maka dia harus menghapus dahulu Serial Number (SN) tersebut agar nantinya bisa saya konfigurasi di akun Cloud saya.

Berikut panduannya :

  1. Saya langsung membuat akun Cloud di sini dan tampilan awalnya sebagai berikut :

  1. Saya pilih Sign up, lalu mengisi data yang dibutuhkan sesuai urutan, untuk Get Secuity Code akan dikirimkan melalui email. Setelah klik Sign up, akan langsung login ke Dashboard Cloud.

  1. Berikut tampilan awalnya.

  1. Untuk menambahkan perangkat, pilih Device – Access Point, pada AP List pilih Add AP – Add a Device, masukkan nomor seri AP tersebut dan untuk Alias bisa disesuaikan, dalam hal ini saya isi LAB, lalu klik OK, hasilnya akan tampak seperti berikut :

 

 

  1. Untuk konfigurasi AP, karena sudah tersambung dengan Cloud, maka bisa langsung dirubah seperti seolah-olah mengakses secara lokal, hanya berbeda tampilan saja. Pilih CONFIGURATION – WIRELESS – Basic.

  1. Pilih Edit pada tab Action, saya akan merubah SSID, frekuensi radio menjadi 4 Ghz saja dan password wifi.

  1. Untuk menambah SSID, klik tanda +, untuk frekunsi saya set 5 Ghz agar lebih mudah untuk membedakan. Saya tidak bisa langsung mengklik Save, diharuskan mengisi dahulu password login ke AP tersebut (untuk login dari sisi lokal), password bisa disamakan dengan sebelumnya atau dibuat baru.

  1. Pada tab Radio, digunakan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan frekuensi yang digunakan, jadi jika ada frekuensi yang dimatikan, maka SSID yang menggunakannya tidak akan dikenali.

  1. Untuk melihat log, pilih MAINTENANCE, bisa memilih model log yang akan dilihat pada LOGS.

  1. Terdapat juga fitur untuk upgrade firmware, yang ketika saya coba ternyata sudah menggunakan versi terbaru.

 

 

Sedikit info tambahan untuk indikator pada Ruijie yang saya dapatkan dari sini.

Jika saya perhatikan ada beberapa fitur yang sepertinya tidak terdapat pada Cloud jika saya mengaksesnya secara lokal atau mungkin ada perbedaan kalimat yang memang belum saya pahami, seperti :

  1. Fitur Blacklist dan Whitelist.

  1. Fitur DFS

  1. Fitur Port Mapping

  1. Alarm Setting

Jika saya cek secara menu, lebih banyak yang saya dapatkan tetapi seperti yang saya infokan di atas, mungkin saya yang belum terlalu paham fitur tersebut.

Ada yang aneh, ya aneh bin ajaib, yaitu pada Restore Factory Settings, saya akses lokal dan klik Restore Factory Settings dan hasilnya memang kembali seperti semula tetapi anehnya di Cloud masih terpantau Online dengan konfigurasi yang tetap (masih ada SSID), seolah tidak ada perubahan.

Saya coba logout dan login kembali hasilnya masih sama, memang AP tersebut tetap tersambung ke internet. Saya scanning wireless pun tidak terdeteksi dan bim salabim, tiba-tiba konfigurasi berubah seperti semula (Cloud). Apakah ini Config Status Synced ?

Penasaran ? saya coba reset kembali, kali ini lebih cepat dari yang awal atau memang tidak ter-reset, hanya memakan waktu sekitar 5 menit sejak restart hingga menjadi biru solid, dan setelah saya login, sudah langsung seperti konfigurasi Cloud.

Saya masih penasaran juga nih, setelah saya restore ketiga kalinya, router tetap saya pasang untuk mendapatkan DHCP namun internet saya nonaktifkan, dan setelah restart hanya sampai indikator orange saja dan pada halaman login secara otomatis muncul gambar berikut :

Saya coba logout dan berhasil login dengan password default, yaitu admin. Saya coba aktifkan internet kembali dan hasilnya adalah, 1 menit setelah tersambung indikator dari orange solid menjadi berkedip kuning lalu kuning solid dan langsung berubah lagi menjadi berkedip merah dan setelah 3 menit menjadi biru solid.

Jika saya Torch, AP tersebut mengarah ke IP 35.197.150.240, dan seperti hasil di atas, AP langsung tersinkronisasi dengan Cloud.

Dari sini bisa saya ambil kesimpulan bahwa AP yang telah menggunakan metode MACC, selama tidak dihapus serial number dalam database Cloud akan tetap melakukan sinkronisasi ketika perangkat AP lokal disambungkan ke internet.

Untuk menghapus AP yang telah terdaftar, bisa dilihat di gambar berikut :

Mungkin hanya sampai sini dahulu informasikan yang saya berikan, untuk pengujian kecepatan internet saya buat di artikel berbeda yang bisa dibaca di sini. Terima kasih.

 

Konfigurasi Dasar Ruckus Zonflex R310 AP

Konfigurasi Dasar Ruckus Zonflex R310 AP

Ini perangkat pertama Ruckus yang saya coba, walaupun bukan barang baru tapi tak ada salahnya saya belajar mengenal perangkat tersebut. Karena saya tidak mengetahui password login ke perangkat, maka saya reset saja dan caranya cukup mudah, tekan tombol reset di samping port LAN sekitar 5 – 10 detik dalam keadaan perangkat menyala dan tunggu hingga lampu indikator mati dan hidup kembali, indikasi berhasil direset adalah indikator yang menyala hanya lampu PWR dan CTL, karena default posisi wireless dalam keadaan disable.

Berikut panduan konfigurasi awal :

  1. Default IP address adalah 192.168.0.1 namun karena saya memasangnya ke router, maka saya aksesnya menggunakan IP yang didapat dari router, yaitu 192.168.1.14.

  1. Jika muncul seperti gambar di atas, klik Advanced – Add Exception – Confirm Security Exception dan hasilnya akan seperti gambar berikut :

  1. Saya hanya merubah Country Code menjadi Indonesia, lalu klik Next. Karena saya mempunyai router utama yang sudah memberikan DCHP ke AP ini, maka saya tidak merubah konfigurasinya, klik Next untuk melanjutkan.

  1. Saya juga tidak merubah SSID dan memberikan password, hal tersebut akan dikonfigurasi nanti, klik Next.

  1. Untuk password harus dirubah langsung, sedangkan untuk Password Recovery tidak saya centang, klik Next

  1. Berikut hasil Review dari proses di atas, klik Finish dan OK untuk merestart

 

 

Berikut konfigurasi selanjutnya :

  1. Login dengan user dan password yang telah disetting sebelumnya, lalu klik Unleash.

  1. Saya tidak akan mendaftarkan perangkat ini, untuk itu saya pilih Skip dan Yes, Skip.

  1. Terlihat seperti gambar berikut status internet telah tersambung (Connected) karena memang router utama telah tersambung ke internet.

  1. Saya akan merubah dahulu SSID yang dibuat sebelumnya, klik WiFi Networks dan pilih Ruckus-Wireless 1 lalu klik Edit.

  1. Karena AP ini mempunyai 2 frekuensi, yaitu 4G dan 5G, maka untuk mempermudah, saya akan memberikan nama FIrfani 2.4 G yang menandakan beroperasi di frekuensi 2.4G seperti gambar berikut. Untuk memberikan password, pilih WPA2 pada Encryption Method dan masukkan password yang diinginkan, lalu OK.

Note : indikator 2.4G akan menyala Orange jika telah aktif dan berubah menjadi Hijau jika ada perangkat yang tersambung.

  1. Klik Create untuk membuat SSID baru, untuk SSID saya beri nama FIrfani 5 G yang bekerja di frekuensi 5 Ghz.

Note : indikator 5G akan menyala Orange jika telah aktif dan berubah menjadi Hijau jika ada perangkat yang tersambung.

  1. Saya akan menyambungkan 2 SSID tersebut dari perangkat yang berbeda. Untuk frekuensi 5 Ghz, belum semua perangkat mendukungnya, untuk itu jika perangkat tidak menemukan SSID FIrfani 5 G, maka perangkat tersebut belum mendukung. Namun pada 2 perangkat yang saya coba, keduanya sudah mendukung frekuensi 5 Ghz

Oh iya, indikator 2.4G dan 5G akan berubah warna menjadi Hijau jika ada perangkat yang tersambung.

 

 

  1. Berikut hasil dari sisi wireless dan client.

  1. Sementara belum banyak informasi yang bisa saya berikan pada menu Admin & Services, jadi saya hanya bagikan tampilannya saja seperti berikut :

Demikian info sementara yang dapat saya sampaikan, untuk pengetesan kecepatan saya buat di artikel berbeda.

 

Uji Kecepatan Internet TP-Link TL-WR941ND

Uji Kecepatan Internet TP-Link TL-WR941ND

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang bisa dibaca di sini.

Perangkat yang saya coba saat ini adalah router TP-Link WR941ND, berikut deskripsi dari situsnya.

Untuk topologinya sebagai berikut :

Saya mengatur mode wireless ke 11n agar lebih maksimal dibanding mode lainnya dan selebihnya default dari router tersebut.

Berikut hasil pengujian dari 5 perangkat :

Laptop Processor / RAM Port LAN Wifi (Mbps) Ethernet (Mbps) Wireless (Mbps)
Lokal Internasional Lokal Internasional
D U D U D U D U
Asus X455LJ i3 5005U / 8 GB Gigabit 65 91 91 91 88 24 32 21 32
Lenovo G40 i5 5210U / 4 GB Gigabit 150 93 90 91 88 54 68 45 67
HP 240 G6 i5 7200U / 8 GB Gigabit 150         31 24 21 20
Asus TP201S N3710 / 4 GB 150         26 13 25 18
HP Oppo F7 65         37 36 39 46

Berikut gambaran dari pengujian tersebut :

 

 

Kesimpulannya adalah :

Perangkat TP-Link yang saya gunakan masih jauh dari bandwidth seharusnya yaitu 500 Mbps, baik itu dengan media kabel (karena portnya masih Fast Ethernet) dan wireless (karena hanya mendukung 2.4 Ghz). Saya belum mengetahui dan mendapatkan bagaimana agar kecepatan wireless bisa maksimal 300 Mbps seperti yang diinfokan pada gambar deskripsi di atas. Jika ada waktu dan kesempatan akan saya infokan kembali. Terima kasih.

 

Uji Kecepatan Internet

Uji Kecepatan Internet

Sebenarnya saya bingung untuk memberikan judul yang tepat pada artikel ini, namun semoga Anda bisa memahaminya dari penjelasan yang saya berikan. Saat ini saya akan membahas perihal bandwidth internet yang belum sesuai dari yang seharusnya saya dapatkan dari ISP.

Sebelumnya saya sudah ada artikel sejenis tetapi tidak diunggah karena bandwidth saat itu hanya 10 Mbps, sehingga belum maksimal untuk pembahasan kali ini. Untuk itu ketika ingin membuat artikel ini, saya mencari bandwidth yang lebih tinggi dahulu dan akhirnya dapat juga yaitu menggunakan bandwidth Up To 500 Mbps untuk download dan upload. Kenapa saya pakai kata Up To ? hanya untuk memastikan bahwa nantinya jika ada selisih yang tidak terpaut jauh dari 500 Mbps, saya tidak akan mempermasalahkannya.

Sedikit beberapa paragraph pengantar sebelum saya ke tujuan utama.

Berikut saya ambil contoh penawaran dari ISP :

Sumber https://indihome.co.id/tripleplay

Sumber https://my-republic.net/

Sumber https://cbn.id/personal/fiber/cbn-fiber.html

Jika Anda melihat ke 3 gambar di atas, maka kecepatan paling tinggi ditawarkan oleh CBN, yaitu Up To 1 Gbps. Sebelum saya membahas lebih jauh, saya tekankan pengetesan di sini adalah perihal kecepatan bandwidth, terlepas hal tersebut dari kestabilan dan hal lainnya.

Keputusan mengambil layanan bandwidth internet umumnya disesuaikan dengan kebutuhan, antara lain :

  1. Penggunaan internet
  2. Banyaknya pemakai

Pada point nomor 1, hal tersebut relatif, apakah dipakai hanya untuk browsing, game online atau bekerja, karena pada umumnya, sales yang baik akan bertanya dahulu kebutuhan calon pelanggannya, sehingga bisa memberikan arahan yang tepat.

Untuk point nomor 2, umumnya calon pelanggan kurang memperhitungkan hal ini dan baru akan mengeluh jika koneksinya lambat yang secara tidak sadar telah digunakan oleh orang disekitarnya secara bersamaan. Contoh saya mengambil bandwidth 10 Mbps, yang jika saya pakai sendiri sudah lebih dari cukup, tetapi jika keluarga / rekan memakainya juga saat itu, tentunya akan berkurang karena bandwidth terbagi ke mereka.

Sebenarnya ada 1 point tambahan yang lebih jarang diperhitungkan, yaitu perangkat yang dipakai untuk koneksi internet, seperti router, access point (AP), switch dan perangkat kita sendiri antara lain laptop dan HP yang umum digunakan. Jika Anda menghubungkan perangkat jaringan yang berbeda kecepatan, maka perangkat yang tersambung tersebut seperti PC, laptop atau HP akan dibatasi oleh perangkat tersebut.

Pengaruh dimananya ? Jika Anda mengambil layanan dibawah 50 Mbps, hal ini bisa diabaikan, namun jika Anda menggunakan layanan 50 Mbps atau diatasnya, hal ini patut diperhitungkan.

Topologi, ini merupakan point yang paling penting, karena jika Anda mengetahui topologi ini, maka akan mempermudah dalam proses pengecekan jika terjadi kendala. Pastikan kembali Anda memperhatikan atau bertanya ketika proses pemasangan internet di tempat Anda.

Jika layanan Anda sudah menggunakan koneksi Fiber, umumnya akan terdapat media converter seperti BDCOM, ONT dan sejenisnya yang dipasang ditempat Anda yang bisa berfungsi sebagai sumber internet atau hanya media saja sehingga harus ada router tambahan. Intinya ISP biasanya akan menyediakan perangkat sesuai dengan layanan yang Anda gunakan.

Contoh salah satu perangkat ONT

Sebelum melakukan percobaan, saya akan menjelaskan bandwidth dan topologi layanan yang saya gunakan.

Bandwidth = Up To 500 Mbps

Tipe koneksi = Broadband

Topologi = ISP <-> Perangkat saya

<-> = kabel LAN cat 5

Sesuai gambar topologi di atas, ISP hanya memberikan saya kabel ethernet (LAN) untuk disambungkan ke perangkat saya, jadi sumber internet tersebut nantinya adalah perangkat saya sendiri seperti router atau laptop.

Apakah sudah cukup jelas sampai di sini ? semoga ya, hehehe.

Ok, saya telah melakukan simulasi dan berikut hasilnya :

Laptop Processor / RAM Port LAN Lokal (Mbps) Internasional (Mbps) Kesimpulan
Download Upload Download Upload
HP 240 G6 i5 7200U / 8 GB Gigabit 467 314 297 263 OK
HP 240 G6 i5 7200U / 8 GB USB Fast Ethernet 88 95 kendala di perangkat USB
Asus X455LJ i3 5005U / 8 GB Gigabit 435 424 OK
Lenovo G40 i5 5210U / 4 GB Gigabit 301 311 293 148 kendala di RAM

 

Hasil table di atas bandwidth mendekati 500 Mbps dari laptop yang menggunakan port Gigabit dan RAM 8 GB, selain itu masih jauh dari yang diharapkan. Untuk USB Fast Ethernet hanya saya gunakan sebagai perangkat tambahan pembanding saja, karena pada HP 240 G6 hanya tersedia 1 port ethernet. Oh iya, dalam hal ini saya tidak terlalu perhitungkan perihal upload jika tidak sesuai karena menurut saya hampir sebagian pengguna internet lebih banyak download dibanding upload.

Untuk trafik international kenapa tidak sampai juga ? Harap diingat, hampir semua ISP yang menawarkan internet jika tidak menyebutkan jalur bandwidth tersebut, maka dipastikan adalah bandwidth lokal, kenapa ? karena ISP pasti melewati jalur IIX yang notabene untuk penggunaan di Indonesia, sedangkan untuk link internasional (IX), mereka harus mempunyai kerjasama dengan ISP lain di luar Indonesia (Upstream).

Ingat, saya menyesuaikan dengan judul artikel ini, jadi saya hanya melakukan tes kecepatan untuk memastikan kecepatan internet yang saya gunakan telah sesuai. Ini juga merupakan point utama sebelum nanti menemukan masalah lainnya yang bisa dilaporkan ke ISP terkait.

Semoga sampai sini Anda bisa memahaminya dahulu, karena jika belum paham, kemungkinan agak sulit untuk memahami artikel selanjutnya yang akan berhubungan dengan banyak perangkat.